Optimalisasi Program JKN-KIS

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Irfan Qadarusman mengungkapkan bahwa pembentukan tim koordinasi kendali mutu dan biaya dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 yang menyatakan bahwa dalam rangka penyelenggaraan kendali mutu dan kendali biaya, BPJS Kesehatan membentuk tim tersebut yang terdiri dari berbagai unsur organisasi, profesi, akademisi, dan pakar klinis.
Data Sample BPJS

“Tujuan yang diharapkan dari tim kendali mutu dan kendali biaya ini, yaitu pelayanan kesehatan fasilitas kesehatan berorientasi pada pemenuhan  kebutuhan medik pasien yang prioritas (evidence based medicine), fasilitas kesehatan didorong untuk meminimalisasi “kebocoran”, hal ini sesuai dengan lean operational concept, pelayanan kesehatan yang diberikan Faskes akuntabel dan  berkelanjutan, pelayanan kesehatan bersifat transparan, terbentuknya kolektivitas antar profesi (team based care), hingga mendorong otomatisasi proses dan inovasi,” ujar Irfan, Senin (21/01).

Irfan mengungkapkan bahwa tim yang telah dibentuk ini adalah bertugas untuk mengevaluasi biaya pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan, melakukan audit medis, mengevaluasi dan melakukan review berkala dari standar pelayanan medis (termasuk  clinical pathway), utilization review, serta melakukan sosialisasi kewenangan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik profesi sesuai kompetensi masing-masing.

Adapun outcome atau hasil kerja dari tim yang telah dibentuk ini yaitu medical judgement untuk kasus khusus yang bermasalah, kemudian memberikan rekomendasi dalam evaluasi biaya pelayanan kesehatan, berbagai hasil audit medis, dan rekomendasi atas laporan utilization review yang ada, demikian yang disampaikan oleh irfan.

Irfan berharap dengan kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan pihak-pihak terkait melalui tim kendali mutu yang telah dibentuk ini, maka Program JKN-KIS dapat berjalan dengan optimal khususnya di Kota Depok. 

Tim koordinasi yang telah dibentuk untuk pelayanan kesehatan pusat, Ari K. Januarto mengungkapkan bahwa dibutuhkan independensi dari tim tersebut dalam menjalankan berbagai tugasnya.

“Dengan adanya independensi tim koordinasi tim di pelayanan kesehatan, maka pelaksanaan tugasnya pun dapat dijalankan dengan baik. Adapun BPJS Kesehatan bertugas sebagai fasilitator,” ujar Ari.

– – – – Untuk membantu proses kendali biaya, kami dari BPJSDataAnalytics.com menyediakan aplikasi untuk melakukan prediksi biaya perawatan pasien BPJS Kesehatan berdasarkan data yang diambil dari bridging VKLAIM dan EKLAIM, untuk informasi klik link berikut – – –

(disadur dari sumber: http://www.jamkesnews.com/jamkesnews/berita/detail/bda/9811/20190121/kendali-mutu-dan-biaya-optimalisasikan-program-jkn-kis)